Integrasi SIMRS ICHA dengan PACS DCM4CHEE ( DICOM ) SIMRS – Integrasi ini untuk menghubungkan SIMRS ICHA dengan sistem PACS (Picture Archiving and Communication System) DCM4CHEE. PACS DCM4CHEE adalah platform open source yang digunakan untuk mengelola dan menyimpan gambar medis, seperti gambar radiologi, CT scan, MRI, dan sebagainya. Integrasi SIMRS ICHA dengan PACS DCM4CHEE dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi organisasi kesehatan, seperti meningkatkan efisiensi operasi, mengurangi biaya, meningkatkan akurasi diagnosis, dan meningkatkan kualitas layanan. Integrasi SIMRS ICHA Dengan PACS Mempunyai Beberapa Manfaat di Antaranya: 1. Memperluas fungsionalitas Integrasi SIMRS ICHA dengan PACS DCM4CHEE dapat memperluas fungsionalitas sistem lain dalam manajemen gambar medis. Misalnya, sistem rekam medis elektronik (EMR) dapat mengakses data gambar medis dari PACS DCM4CHEE dan menampilkan informasi tersebut dalam catatan medis pasien. 2. Memudahkan pertukaran informasi Dalam hal ini dapat memudahkan pertukaran informasi antara setiap unit tenaga medis yang terkait dalam manajemen gambar medis. Misalnya, sistem PACS dapat mengirim data gambar medis ke SIMRS ICHA , sehingga dokter dapat memeriksa gambar medis pasien dari unit mana saja, melaluI aplikasi SIMRS ICHA. Berikut Video Integrasi SIMRS ICHA dengan PACS DCM4CHEE Arc 5.x (DICOM) Info lebih lanjut Hubungi Kami.
General Consent Kunjungan Pada SIMRS ICHA
General Consent Kunjungan Pada SIMRS ICHA General Consent SIMRS (atau persetujuan) adalah izin atau kesepakatan yang diberikan oleh seseorang sebelum melakukan tindakan medis atau prosedur medis lainnya. Dalam konteks medis, general consent pada SIMRS ICHA sangat penting karena membantu memastikan bahwa pasien memahami risiko dan manfaat dari tindakan yang akan dilakukan, serta memberikan kebebasan kepada pasien untuk memutuskan apakah ingin melakukan tindakan tersebut atau tidak. General Consent dapat diberikan secara lisan atau tertulis, dan harus diberikan secara sukarela tanpa tekanan atau paksaan dari pihak manapun. Pasien juga harus diberikan informasi yang memadai dan jelas tentang kondisi medisnya dan tindakan yang akan dilakukan, termasuk risiko dan manfaatnya, serta alternatif yang mungkin tersedia. Meskipun general consent memberikan izin umum untuk melakukan tindakan medis tertentu, tim medis tetap harus memberikan informasi yang cukup dan jelas kepada pasien sebelum melakukan tindakan medis yang spesifik. Ini membantu memastikan bahwa pasien memiliki pemahaman yang memadai tentang kondisi medis dan tindakan yang dilakukan, serta memberikan kebebasan kepada pasien untuk memutuskan apakah ingin melanjutkan tindakan tersebut atau tidak. Proses general consent biasanya melibatkan dokumen tertulis yang ditandatangani oleh pasien atau wali yang bertanggung jawab. Dokumen tersebut biasanya mencakup penjelasan tentang tujuan dan risiko umum dari tindakan medis yang mungkin dilakukan selama masa perawatan pasien di rumah sakit atau klinik. General consent sangat penting dalam proses perawatan pasien di rumah sakit atau klinik karena memberikan izin umum kepada tim medis untuk melakukan tindakan medis yang diperlukan tanpa harus meminta persetujuan pasien setiap kali tindakan tersebut dilakukan. Namun, pasien tetap harus diberikan informasi yang memadai dan jelas tentang kondisi medis dan tindakan medis yang akan dilakukan untuk memastikan bahwa mereka memiliki pemahaman yang cukup tentang perawatan medis yang mereka terima. General consent (GC) adalah Formulir persetujuan umum yang selalu diajukan kepada pasien atau keluarga sebelum menerima pelayanan rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit. GC hendaknya diinformasikan dahulu agar dapat dipahami dan dimengerti karena diantaranya mencakup hak dan kewajiban pasien. Berikut Video Tutorial Cara Penginputan General Consent pada SIMRS ICHA https://youtu.be/bmsY4z9FFCg
Update Menu Triage EMR Electronic Medical Record
Update Menu Triage EMR Triage adalah proses pengumpulan data yang diambil dari keaadaan pasien untuk mengkategorikan pasien sesuai dengan kebutuhan dan tingkat urgensinya, hal tersebut adalah upaya perawat dalam manajemen keselamatan pasien di rumah sakit yaitu pada instalasi gawat darurat. Metode triage banyak digunakan dalam instalasi gawat darurat dan berbeda-beda tiap negara di Indonesia yang digunakan adalah triage dengan lima level dan mengkategorikan pasien dalam lima prioritas yaitu Resucitation, Emergent, Urgent, Nonurgent, Referred. Triage secara otonomi dilakukan oleh perawat dalam hal itu kemampuan perawat sangat mempengaruhi keberhasilan pertolongan pasien saat mengalami kegawatdaruratan. Dari hasil update menu triage ini membuat user bisa langsung input menu triage tersebut tanpa harus melakukan registrasi kunjungan terlebih dahulu Dalam hal ini SIMRS ICHA selalu mengembangkan hal-hal yang baru contohnya fitur-fitur terbaru dan update menu-menu yang dimana ada tools baru kami selalu ter-up to date. Berikut video tutorial mengenai Update Menu Triage EMR https://www.youtube.com/watch?v=ZrCf07pqvmY Hal ini menunjukan bahwa kami SIMRS ICHA dapat memberikan yang terbaik kapada client kami dari segi Bridging Maupun Update Tools terbaru dan alur proses penginputan data. Info lebih lanjut Hubungi Kami.
Fitur Odontogram SIMRS ICHA
Fitur Odontogram SIMRS ICHA SIMRS – Fitur Odontogram adalah gambar atau diagram gigi yang digunakan oleh dokter gigi untuk mencatat kondisi kesehatan gigi pasien. Odontogram biasanya menggambarkan struktur gigi pasien, termasuk tanda-tanda penyakit gigi seperti karies, gigi berlubang, dan infeksi. Odontogram juga dapat mencantumkan perawatan gigi yang telah dilakukan atau perawatan yang masih perlu dilakukan pada gigi pasien. Odontogram biasanya digunakan untuk membantu dokter gigi dalam menentukan diagnosis dan rencana perawatan. Odontogram dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah gigi yang memerlukan perawatan lebih lanjut, dan juga dapat membantu dokter gigi dalam merencanakan dan mengoordinasikan perawatan gigi pasien secara keseluruhan. Berikut Video Tutorial Fitur Odontogram SIMRS ICHA :
EMR – Electronic Medical Record | SIMRS ICHA
EMR – Electronic Medical Record EMR ( Electronic Medical Record ) – Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), EMR adalah sistem pengelolaan rekam medis elektronik yang berfungsi untuk mencatat, menyimpan, dan memanage informasi medis pasien secara elektronik. Tujuan utama EMR menurut Kemenkes adalah untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan, serta memastikan bahwa informasi medis pasien tersedia secara cepat dan akurat bagi para profesional kesehatan. Kemenkes juga menekankan pentingnya integrasi dan kolaborasi antar rumah sakit dalam penerapan EMR sehingga informasi medis pasien dapat dipindahkan secara mudah dan aman antar rumah sakit. Peraturan Menteri Kesehatan PMK 24/2022 tentang Rekam Medis Dalam PMK 24/2022, menyatakan kebijakan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan ( Fasyankes ) diwajibkan untuk menggunakan rekam medis secara elektronik . Pelaku pelayanan kesehatan harus memenuhi standar rekam medis yang ditentukan, seperti menyimpan informasi kesehatan pasien secara terintegrasi, memastikan keamanan dan privasi data pasien, dan memberikan akses yang tepat kepada pasien dan tenaga kesehatan yang memerlukan informasi tersebut. Fitur Fitur Electronic Medical Record ( EMR ) yang telah diakomodir oleh SIMRS ICHA Dengan adanya PMK 24/2022, Electronic Medical Record ( EMR ) SIMRS ICHA telah mengakomodir fitur fitur sesuai Peraturan Menteri Kesehatan, Berikut fitur fitur yang telah diakomodir oleh SIMRS ICHA: 1. History Medis Pasien History Medis Pasien catatan yang menggambarkan kondisi kesehatan, perawatan medis, dan riwayat penyakit dari seorang pasien. Ini termasuk informasi seperti diagnosa, prosedur medis, obat-obatan yang diambil, hasil tes laboratorium dan banyak informasi lainnya yang relevan untuk kondisi kesehatan pasien. History Medis Pasien di SIMRS ICHA sudah memiliki fitur sebagai berikut: Asesmen IGD Asesmen Medis RI Pemeriksaan Penunjang Laboratorium Pemeriksaan Penunjang Radiologi Resep Ringkasan Pasien Pulang 2. History Kunjungan Pasien History Kunjungan Pasien catatan yang menggambarkan sejarah perawatan medis yang diterima oleh seorang pasien dari waktu ke waktu. Ini termasuk informasi tentang setiap kunjungan pasien ke rumah sakit, klinik, atau praktek dokter, termasuk tanggal kunjungan, diagnosis, tindakan medis, obat-obatan yang diberikan, dan hasil tes. Riwayat kunjungan pasien sangat penting bagi dokter untuk memahami perkembangan kondisi kesehatan pasien dan memastikan koordinasi perawatan yang efektif. Berikut gambar fitur History Kunjungan Pasien di SIMRS ICHA: 3. Diagnosis dan Tindakan Medis Fitur ini memungkinkan profesional kesehatan untuk mencatat informasi tentang diagnosis dan tindakan medis yang diberikan kepada pasien, seperti resep obat, pemeriksaan lab, dan prosedur medis. Berikut gambar fitur resep obat, pemeriksaan Laboratorium, pemeriksaan Radiologi, dan prosedur medis. Resep Obat Pemerikasaan Laboratorium Pemeriksaan Radiologi Prosedur Medis 4. Laporan dan Analisis Icha EMR menyediakan laporan.monitoring dan analisis yang membantu praktisi kesehatan dalam mengevaluasi kinerja dan menentukan tindak lanjut. 5. Edukasi Pasien Terintegras Edukasi Pasien Terintegrasi Merupakan Fitur Icha EMR Yang Merupakan Metode pemberian edukasi terhadap pasien,meliputi seperti konsultasi langsung dengan dokter atau perawat, topik edukasi, materi edukasi, metode edukasi, media edukasi, respon verifikasi, dan evaluasi. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang jelas, mudah dipahami, dan membantu pasien untuk mengambil tanggung jawab atas kesehatannya sendiri. 7. Sistem Monitoring Intra Hemodialisa Sistem Monitoring Intra Hemodialisa Merupakan fitur Icha EMR yang menggunakan Sistem Monitoring Intra Hemodialisa agar dapat membantu dokter dan perawat untuk memantau kondisi pasien secara real-time dan memastikan bahwa proses hemodialisis berlangsung dengan baik. Ini juga membantu dalam meminimalkan risiko komplikasi dan meningkatkan hasil perawatan pasien. 8. Integrasi Dengan Sistem lain Icha EMR sudah berintegrasi dengan sistem Icha Production seperti dengan sistem laboratorium , sistem radiologi, dan sistem farmasi.
Laboratory Information Management System
ICHA BOX adalah aplikasi Laboratory Information Management System yang sudah terbridging dengan alat laboratorium dan bisa terkoneksi dengan SIMRS ICHA, ICHA BOX bisa menangani penerimaan, pemrosesan dan penyimpanan informasi yang dihasilkan oleh proses laboratorium medis. Selain itu dengan ICHA BOX bisa mengurangi kesalahan input hasil karna hasil alat akan otomatis masuk kedalam ICHA BOX. Aplikasi ICHA BOX berbasis web, mempermudah user untuk mengakses karna dapat diakses melalui web browser saat tersambung dengan jaringan internet atau intranet, tanpa harus di install di setiap komputer, selain itu di dalam ICHA BOX user atau analis bisa memantau hasil kiriman alat yang masuk. Baca Juga : Keuntungan Menggunakan LABORATORIUM INFORMATION SYSTEM (LIS) Komunikasi yang di gunakan setiap alat berbeda-beda, bisa mengunakan serial COM port dengan pin jarum 9 atau biasa di sebut Serial DB9,melalui TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) yang penggunaanya menggunakan kabel LAN sebagai penghubung alat dan ICHA BOX dan komunikasi yang lainya. ICHA BOX bisa menangani komunikasi dari alat dan beberapa macam komunikasi,karna setiap alat laboratorium berbeda metode untuk komunikasi dengan komputer. Tim ICHA siap untuk memberikan pendampingan dalam proses adaptasi penggunaan aplikasi laboratory information management system selama diperlukan. Mudah, Cepat , Efisien ICHA BOX Membantu Anda HUBUNGI KAMI
Chart Of Account / Klasifikasi Sistem Kode Akun Akuntansi SIMRS ICHA Secara Fleksibel
Chart Of Account / Klasifikasi Sistem Kode Akun Akuntansi SIMRS ICHA Secara Fleksibel Apa itu Chart Of Account atau yang sering kita kenal dengan kode akun? Chart Of Account (COA) atau Kode Akun dalam Akuntansi adalah sebuah daftar dari akun-akun perusahaan yang digunakan untuk mengidentifikasi ataupun memperlancar proses pencatatan transaksi, baik itu pemasukan maupun pengeluaran. Bagaimana Cara Penomorannya? Tidak ada standar baku dalam penomoran kode akun akuntansi. Itu sebabnya kode akun untuk jenis item yang sama bisa berbeda penomorannya antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya Dengan adanya Chart of Account maka perusahaan dapat mengatur dan mengubah sendiri alur dan tatanan bagan akunting (Sistem Akuntansi Rumah Sakit). Dalam hal ini Rumah Sakit sebagai sebuah institusi yang dituntut untuk menampilkan Laporan Keuangan Rumah Sakit yang cepat dan akurat maka Rumah Sakit harus mengklasifikasi kode akun yang jelas dan fleksibel dalam menyusun nomor kode akun. Pada era perkembangan teknologi ini, sudah tidak efisien mengklasifikasi kode akun secara manual maka dengan ini Rumah Sakit sangat membutuhkan Sistem Informasi untuk lebih cepat dan terstruktur dalam penyimpanan data di database. Sistem Informasi Rumah Sakit ICHA adalah Sistem Rumah Sakit yang terintegrasi dari pelayanan Rumah Sakit sampai pelaporan keuangan. Dalam hal mencatat kode akun pada SIMRS ICHA sangat fleksibel dan efisien, dari penomoran kode akun yang fleksibel sampai cabang kode akun ditampilkan secara terstruktur dengan format bercabang. Penomoran kode akun ditampilkan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) supaya pengelola Keuangan dapat membaca kode dengan terbiasa Mengklasifikkasi Kode Akun pada SIMRS ICHA akan berfungsi untuk menampilkan Laporan Keuangan yang mudah dipahami oleh Direksi untuk mengambil keputusan Strategi Rumah Sakit dalam bidang Manajemen Keuangan. Seperti halnya menampilkan Laporan Laba Rugi dan Laporan Neraca pada kode akun ini sangat berpengaruh untuk menyusun laporan keuangan dari bukti transaksi dalam pencatatan jurnal a. Mencatat Transaksi Pada Jurnal b. Memposting Jurnal kedalam Buku Besar c. Menyusun Neraca Saldo d. Membuat Junal Penyesuaian e. Membuat dan Menyusun Neraca Lajur f. Membuat Laporan Keuangan
Keuntungan Menggunakan LABORATORIUM INFORMATION SYSTEM (LIS)
Keuntungan Menggunakan LABORATORIUM INFORMATION SYSTEM (LIS) Laboratorium Information System (LIS) atau Sistem Informasi Laboratorium merupakan sistem yang terdapat pada fasilitas kesehatan di mana bertujuan untuk mengelola informasi hingga mendukung pelaksanaan tindakan tepat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan kinerja laboratorium. LIS Meliputi penerimaan, pemrosesan dan penyimpanan informasi yang dihasilkan oleh proses laboratorium medis.Sistem ini sering kali harus berinteraksi dengan instrumen dan sistem informasi lainnya seperti Hospital Information Sistem ICHA. Adapun manfaat dari LIS yang terdapat di Unit Pelayanan Kesehatan adalah sebagai berikut. * Layanan yang cepat, tepat dan akurat * Hasil pemeriksaan lebih cepat dan akurat * Keamanan pasien terjamin * Memudahkan pemantauan operasional mutu (QC) dan hasil laboratorium * Meningkatkan performa laboratorium baik Waktu dan biaya Tingkat Efisiensi * Meminimalisir kesalahan human error Rumah sakit atau faskes dapat memanfaatkan dukungan tim ICHA untuk kebutuhan sistem informasi laboratorium dengan aplikasi ICHA BOX Yang sudah menjadi satu dengan SIMRS ICHA. Tim ICHA siap untuk memberikan pendampingan dalam proses adaptasi penggunaan aplikasi selama diperlukan. Hubungi Tim Maketing ICHA untuk mendiskusikannya lebih lanjut.
Inventaris Fixed Asset Rumah Sakit dalam SIMRS ICHA
Inventaris Fixed Asset Rumah Sakit dalam SIMRS ICHA Aset adalah barang atau benda yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak baik yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang tercakup dalam aktiva/kekayaan Rumah Sakit . Pengelolaan Aset (kekayaan) Rumah Sakit merupakan hal yang sangat penting karena untuk memantau dan menghitung serta memanfaatkannya secara optimal. Manajemen asset berfungsi untuk informasi perjalanan asset secara keseluruhan, memuat berapa banyak aset dan biayanya, pemanfaatan, kondisi dan pemeliharaan serta lokasi penyimpanan. Hal ini juga berfungsi untuk mencegah dari hilangnya asset, perhitungan pajak dan depresiasi. Akuntansi Aset Tetap Cara Perolehan Aset Tetap Perolehan aset tetap mempengaruhi penentuan nilai perolehan aset tetap tersebut. Nilai perolehan aset tetap meliputi seluruh pengorbanan yang diperlukan untuk mendapatkan dan menempatkan aset pada kondisi yang siap pakai. Definisi biaya perolehan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.16 revisi 2011 menyatakan bahwa biaya perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan aset tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dipergunakan. Perolehan aset tetap dapat dilakukan perusahaan dengan beberapa cara yaitu : 1. Pembelian Kontan 2. Pembelian secara Kredit Jangka Panjang 3. Pembelian dengan Surat Berharga 4. Diterima dari Sumbangan 5. AsetTetap yang Dibangun Sendiri Pencatatan Pembelian Asset dalam Sistem Informasi Manajemen ICHA Untuk membantu inventaris Asset dalam manajemen Rumah Sakit, ICHA telah menyediakan Fitur Fixed Asset yang efisien dalama pencatatan Asset. Pada fitur pencatatan pembelian Asset akan otomatis menjurnal atas pembelian asset yang ditampung dalam akun Hutang Pembelian Asset yang dihitung dari nilai perolehan asset tersebut. Dalam fitur pembelian asset juga terdapat fitur pembayaran yang terintegrasi dengan jurnal kas keluar untuk sebagai pembalik jurnal pembelian yang ditampung pada akun Hutang Pembelian Asset. Penyusutan Fixed Asset pada Sistem Informasi Manajemen ICHA Banyaknya jumlah Asset dalam Rumah Sakit menyebabkan sibuknya manajemen untuk mencatat jurnal penyusutan untuk mendapatkan nilai buku saat ini. Mendapatkan nilai buku saat ini untuk masing-masing asset tetap membutuhkan waktu yang cukup lama akan tetapi menggunakan Sistem ICHA manajemen akan mudah mendapatkan nilai buku asset karena sistem akan otomatis menghitung nilai penyusutan masing-masing asset dan menghitung nilai buku pada setiap akhir periode bulan. Sistem ICHA mempunyai mempunyai beberapa robot yang mampu mengoptimalkan kinerja manajemen dalam pengelolaan data-data Rumah Sakit salah satunya adalah counting service khusus penyusutan Fixed Asset. Dalam counting service ini sistem akan memilah asset-asset yang masih aktif dalam masa penyusutan dan asset-asset yang wajib disusutakan dan tidak wajib disusutkan karena masing-masing data asset mempunyai konfirgurasi apakah asset tersebut wajib disusutkan atau tidak. Penempatan Fixed Asset pada masing-masing unit atau departemen Rumah Sakit Dalam sistem ICHA terdapat pengelompokan atau penggolongan beradasarkan tempat diletakannya asset dan pada suatu saat asset bisa dipindahkan ke beberapa departmen lainnya. Hal ini untuk memudahkan manajemen dalam kontrol Asset untuk masing-masing departemen untuk pertanggung jawaban dari penempatan Asset tersebut.
Fitur Bridging Vclaim BPJS pada SIMRS ICHA
Bridging Vclaim BPJS Bridging System BPJS Kesehatan adalah fasilitas yang disediakan oleh BPJS Kesehatan untuk sistem pelayanan kesehatan (rumah sakit, klinik, dan puskesmas) agar dapat melakukan dua proses pelayanan dengan waktu bersamaan tanpa ada intervensi satu sistem dengan sistem lainnya secara langsung. Hubungan kedua sistem tersebut dikelola dengan web service atau API (Application Programming Interface) yang akan membatasi akses ke masing-masing sistem sehingga keamanan data tetap terjaga. Selain itu juga bertujuan untuk memudahkan user dalam melakukan proses verifikasi dan registrasi pasien BPJS, sehingga kedua proses tersebut dapat dilakukan dalam satu proses registrasi. Berbeda dengan fasilitas kesehatan (rumah sakit, klinik, dan puskesmas) yang tidak melakukan bridging system BPJS Kesehatan, maka user akan melakukan dua kali proses verifikasi kepesertaan, dan registrasi. Salah satu aplikasi BPJS yang dapat diintegtrasikan adalah aplikasi Vclaim. Dimana ada banyak menu yang ada di aplikasi Apa itu Vclaim ? BPJS Kesehatan meluncurkan applikasi vclaim untuk mengelola surat eligibilitas peserta (SEP) untuk memudahkan peserta yaitu pasien memperoleh pelayanan kesehatan. Dalam Pengelolaan Rumah Sakit, setiap rumah sakit yang bekerja sama dengan dengan BPJS wajib untuk membuat SEP tersebut melalui applikasi vclaim. Beberapa pengelolaan data yang ada diVclaim BPJS adalah penerbitan SEP, Surat Kontrol, Surat Perintah Rawat, Rujukan Antar RS. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Dalam pengelolaan rumah sakit, sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) menjadi kebutuhan utama dalam menunjang pelayanan rumah sakit. Dalam SIMRS terdapat data-data pasien diantaranya adalah identitas pasien, histori rekam medis, billing dan data-data penting lainnya yang berhubungan dengan pasien tersebut. Kendala pelayanan kesehatan BPJS dalam Rumah Sakit Kondisi diatas bisa diartikan ada 2 applikasi yang harus diinput oleh petugas medis rumah sakit. Diantaranya yaitu Vclaim BPJS dan SIMRS. Apa saja diantaranya : Waktu Dalam penginputan 2 sistem vclaim dan simrs, membutuhkan waktu lebih. Petugas rumah sakit membuka 2 applikasi sekaligus, sudah pasti lebih lama. Pasienpun pasti akan menunggu lebih lama untuk diterbitkannya SEP pada pendaftaran. Kinerja Menginput 2 sistem dengan data yang sama itu sebuah pekerjaan berulang untuk petugas rumah sakit, sehingga membuat petugas menjadi lebih repot. Bridging Vclaim BPJS Bridging vclaim ini adalah sebuah layanan berupa API (Application Programming Interface) yang disediakan oleh BPJS dengan tujuan mempersingkat waktu pendataan sehingga meningkatkan layanan rumah sakit khususnya pasien peserta BPJS. Dengan bridging ini petugas rumah sakit tidak perlu membuka 2 sistem dan menginput di keduanya. Petugas rumah sakit hanya melakukan input data pada SIMRS ICHA. Kemudian dibelakang layar SIMRS ICHA melakukan input data otomatis ke Vclaim. Baca Juga : Fitur Bridging E-Klaim INA-CBGs pada SIMRS ICHA Apa saja yang diakomodir dengan Bridging Vclaim dan SIMRS ICHA ? Dengan adanya bridging Vclaim petugas rumah sakit dapat melakukan pelayanannya jauh lebih singkat, mengurangi human error, sehingga pelayanan rumah sakit untuk peserta BPJS menjadi lebih efisien. Berikut ini beberapa hal yang diakomodir dari bridging vclaim dan simrs icha : Penerbitan SEP Dalam pendaftaran kunjungan pada SIMRS ICHA terdapat fitur penerbitan SEP dalam satu form input, petugas rumah sakit cukup buka satu menu kunjungan SIMRS ICHA untuk mendaftarkan kunjungan dan penerbitan SEP. Pada saat tombol simpan ditekan SIMRS ICHA akan menginput data kedalam database internal ICHA dan secara bersamaan melakukan input penerbitan SEP pada applikasi Vclaim: Didalam Form ini juga terdapat data-data dasar peserta BPJS, histori medis: Surat Kontrol Didalam form registrasi kunjungan SIMRS ICHA petugas rumah sakit dapat membuat surat kontrol. Bridging dengan surat kontrol BPJS tidak hanya tersedia didalam form ini saja tapi juga terintegrasi dibeberapa form lainnya pada modul lainnya dalam SIMRS ICHA. Bisa dibayangkan akan seberapa efisien rumah sakit dalam melakukan pelayanan kesehatannya kepada pasien. Surat Perintah Rawat Fitur ini tidak luput juga diintegrasikan dengan SIMRS ICHA Rujukan Antar RS Tanpa buka dua applikasi petugas bisa langsung menginput data rujukan antar rumah sakit pada SIMRS ICHA dan Vclaim FRISTA Ini dia yang terakhir, FRISTA. Fitur face reconition yang baru baru ini diluncurkan dan masih dalam tahap uji coba saat artike ini dibuat. “Ready to roll out” Modul FRISTA ini juga menggunakan Fitur kamera pada SIMRS ICHA, seperti pada vidio dibawah ini: Benefit Value Bridging Vclaim dan SIMRS ICHA Keunggulan-keunggulan briding Vclaim dengan SIMRS ICHA bisa disimpulkan untuk meningkatkan kinerja dan mempersingkat waktu kerja, sehingga rumah sakit dalam melakukan pelayanannya dapat mencapai satu kata yaitu “EFISIENSI” SIMRS Anda sudah bridging tapi masih lambat juga? Hubungi Kami