Tahukah Anda Emergency Severity Index untuk Triase di IGD?

Sistem Manajemen Rumah Sakit – Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi salah satu unit terpenting di rumah sakit. Seringkali ruang IGD mengalami kepadatan pasien karena pelayanan yang lama, dan juga waktu tunggu. Hal ini tentu bisa berdampak negatif terhadap kepuasan pasien. Oleh karena itulah, dibutuhkan sistem triase untuk mengatur itu semua.

Mengenal Triase

Triase merupakan sebuah sistem yang digunakan pada IGD dalam menggolongkan tingkat kegawatan kondisi pasien guna melakukan perawatan sehingga bisa merawat pasien sebanyak dengan seefisien mungkin. Target dari penerapan sistem triase tersebut ialah untuk meminimalkan tingkat kematian di rumah sakit dan juga untuk mengurangi waktu, lama tinggal, dan juga sumber daya yang digunakan.

Kata triase sendiri berasal dari kata kerja Perancis (trier) yang berarti memilih/menyortir. Triase pertama kali dikembangkan di abad ke-18 oleh Kepala Ahli Bedah Pengawal Kekaisaran Napoleon yakni Baron Dominique Jean Larrey. Larrey menetapkan aturan yang jelas didalam menyortir pasien untuk pengobatan, yang mana didalam aturan tersebut memperlakukan mereka yang terluka parah terlebih dahulu tanpa memperhatikan pangkat ataupun perbedaan. Dengan demikian, mereka yang terluka dalam derajat yang lebih rendah bisa menunggu terlebih dahulu.

Macam-Macam Jenis Triase

Triase Menurut Emergency Severity Index (ESI)

Emergency Severity Index (ESI) ialah sebuah instrumen triase yang digunakan untuk instalasi gawat darurat (IGD) yang mengelompokkan pasien berdasarkan lima tingkat keparahan klinis. Triase ESI didasarkan pada kondisi klinis kesehatan pasien serta jumlah sumber daya kesehatan (baik itu tindakan medis atau pemeriksaan penunjang) yang diperlukan.

Pada skala ESI, pasien diklasifikasikan serta diprioritaskan sesuai dengan tingkat keparahan penyakit mereka dengan memperkirakan jumlah sumber daya yang diperlukan untuk perawatannya.

Pertama ialah pasien dengan penyakit yang mengancam jiwa (ESI level 1 dan 2) atau kondisi yang diidentifikasi tidak stabil, pasien biasanya akan dikelompokkan ke ESI triase level 1 misalnya, karena adanya hemodinamik atau ketidakstabilan pernapasan.

Pasien dengan potensi mengancam jiwa mempunyai gejala misalnya, nyeri dada di sindrom koroner akut ataupun kehilangan kesadaran. Sementara, mereka yang mengalami sakit parah, gangguan kejiwaan, ataupun keadaan keracunan akan dikelompokkan ke tingkat triase 2. Kemudian, sisanya level (3 hingga 5) ditentukan oleh sumber daya yang ditandai dengan kebutuhan dan tanda vital. Sumber daya yang dimaksud, misalnya layanan seperti sinar-X dan pemberian obat intravena yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencapai keputusan tentang bagaimana tindakan lanjutannya.

Triase Menurut Australia Triage Scale (ATS)

ATS merupakan skala 5 poin yang dipakai di seluruh Australia dan Selandia Baru untuk menyortir pasien sesuai dengan urgensi klinis. Juga, ini menjadi titik awal untuk pengembangan MTS di Inggris dan juga CTAS di Kanada. Pendekatan standar ATS untuk triase terbukti memfasilitasi akses ke layanan perawatan darurat sesuai dengan urgensi terlepas dari demografi pasien.

ATS  juga  memberikan  batasan  waktu  berapa  lama  pasien  bisa  menunggu  hingga mendapatkan  pertolongan pertama. Dalam memudahkan trier (orang yang melakukan triase) mengenali kondisi pasien, maka di ATS ada kondisi-kondisi tertentu yang menjadi deskriptor.

Baca Juga: Kemudahan Pelaporan RL Rumah Sakit ke Kementerian Kesehatan

Penerapan Triase di Indonesia

Penerapan konsep triase di Indonesia di sebagian besar rumah sakit masih memakai konsep triase bencana (Merah, Kuning, Hijau, dan Hitam). Minimnya penelitian dan juga publikasi pada bidang gawat darurat bisa menyebabkan kerancuan didalam menerapkan metode triase, apakah tetap menggunakan metode konvensional, menyadur sistim dari luar negeri sesudah dilakukannya uji validasi dan uji reliabilitas, ataukah membuat sistim sendiri yang sesuai karakteristik pasien-pasien di Indonesia.

Penerapan Standar Pelayanan Gawat Darurat di Rumah Sakit

Sesuai peraturan dari Kemenkes jika dalam penerapan pelayanan gawat darurat harus disertai dengan dokumentasi.  Saat masih menggunakan sistem konvensional, tentu saja proses pendokumentasian akan memakan waktu. Oleh sebab itu, dengan menggunakan SIMRS akan sangat membantu dalam membuat laporan tindakan pada IGD.

PT Adwa Info Mandiri merupakan penyedia jasa Sistem Informasi serta aplikasinya untuk rumah sakit serta klinik yang ada di seluruh wilayah Indonesia dengan nama ICHA (Indonesian Clinic and Hospital Asset). Dengan SIMRS ICHA, pelayanan kesehatan jauh lebih mudah dan nyaman. Berikut adalah fitur unggulan dari Sistem Informasi Manajemen RS ICHA:

  1. Berbasis Web
  2. Sistem Notifikasi User
  3. E-mail System
  4. Radiologi
  5. Laboratorium
  6. Sistem pendaftaran pasien baru berbentuk KIOS yang terintegrasi langsung dengan antrian
  7. ICHA mendukung integrasi dengan system BPJS Kesehatan (SEP-Surat Eligibilitas Peserta)
  8. Mendukung integrasi penetapan tarif dan tagihan dengan aplikasi Bina Upaya Kesehatan
  9. Laporan RL
  10. Integrasi dengan interfacing alat laboratorium
  11. Sistem antrian yang berupa film dan bisa digunakan sebagai media iklan ataupun promosi
  12. PACS (Picture Archiving and Communication System) for DICOM (Digital Imaging and Communications in Medicine) – DCM4CHEE
  13. E-Resep yang terintegrasi dengan system antrian apotek / farmasi
  14. Pencatatan jasa layanan dengan multi tarif, berdasarkan penjamin, kelas perawatan

Demikian banyaknya fitur yang disajikan oleh SIMRS (Sistem Manajemen Rumah Sakit) ICHA pastinya akan sangat membantu siapapun yang bekerja di Rumah Sakit dan Klinik Anda. Tidak hanya anggota Rumah Sakit tetapi juga dapat memudahkan pasien yang akan berobat di Rumah Sakit dan Klinik Anda. Hubungi kami sekarang juga untuk mendapatkan sistem manajemen Rumah Sakit yang memudahkan Anda mengelola Rumah Sakit dan Klinik!

Berita Lainnya

  • All Posts
  • Berita SIMRS ICHA
  • Blog SIMRS ICHA
  • Fitur SIMRS ICHA
  • Implementasi SIMRS ICHA
  • medis
  • Pengelolaan Rumah Sakit
  • testing
  • Tutorial SIMRS ICHA
  • Workshop SIMRS ICHA
Logo
SIMRS ICHA
Icon (9)
Icon (10)
Icon (11)
Icon (12)
Hubungi Kami
mail
sales@adwainfo.com
phone
(0254) 8600555
brand-whatsapp (1)
+62 8111002430
map-pin
Jl. Raya Taktakan KEL, RT.005/RW.05, PANGGUNG JATI, Kec. Taktakan, Kota Serang, Banten
Menu
Fitur
Tentang Kami
Blog
Kontak
Fitur
Integrasi & Bridging Lengkap
EMR Kustom
Executive Dashboard
Integrasi PACS DICOM
KIOSK & Antrian Online
AI Assistant
Fiture
Akuntansi Lengkap
Sekuritas & Level Akses
Multi Kelas & Multi Harga
Interface Laboratorium
Notifikasi WhatsApp
AI Grafik Kondisi & Catatan Anestesi
Fitur
HRD Fingerprint
HRD Dashboard
IoT Device Connectivity
Auto Sales & Pharmacy POS
Close Bill Service
Scheduler Counting Aset
Logo
SIMRS ICHA
Icon (9)
Icon (10)
Icon (11)
Icon (12)

© Hak Cipta 2025 SIMRS ICHA • Semua Hak dilindungi